- Cetak Generasi Tangguh, Sumenep Gelar Kejuaraan Armwrestling Pelajar
- Ketua DPD GMNI Jatim Soroti Prioritas, Pendidikan dan Kesehatan Gratis Didahulukan
- Hj. Toyyibah Tegaskan Komitmen Pelayanan Saat Pemberangkatan Umroh
- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
Mantan Kades Juruan Daya Akui Bahwa Tambang Galian C di Batuputih Banyak dan Tidak Berizin

Sumenep - Santoso, Mantan Kepala Desa Juruan Daya buka suara soal tambang galian c yang berada di wilayah Kecamatan Batuputih Sumenep.
Ia mengakui, bahwa tambang yang berada di Kecamatan Batuputih banyak. Termasuk juga di wilayah Desa Juruan Daya.
"Tambang galian c disini banyak mas, tapi kalau saya sendiri jujur tidak punya. Itu milik penduduk sini dan tidak ada milik orang luar," ujarnya, Jumat (11/04).
Baca Lainnya :
- Pelabuhan Raas Sumenep Gelap Gulita, Penumpang Khawatir Barang Bawaannya Hilang0
- Surat Rekomendasi ke Pimpinan DPRD Sumenep Minta Polisi Segera Bertindak Terhadap Galian C0
- Libur Lebaran, Pelayanan RSUD Moh Anwar Sumenep tetap Maksimal0
- Semakin marak Laut Bersertifikat SHGB dan SHM, Jemmy Kurniawan: Pemerintah Harus Ambil Langkah Tegas0
- Koalisi Rakyat Melawan (Koramel) Lakukan Aksi Demo Di Depan Kantor Bawaslu Sumenep0
Secara terang-terangan ia juga mengakui, tambang galian c yang tersebar di Kecamatan Batuputih, khususnya Juruan Daya tidak mengantongi izin resmi.
"Terkait izin pertambangan, yang saya ketahui tidak ada izinnya semua. Mau ngurus izin gimana mas, kalau pendapatannya tidak menentu," terangnya.
Disoal dampak buruk dari galian c perihal kerusakan lingkungan dan kerusakan jalan, ia membenarkan faktanya dirasakan sendiri oleh masyarakat sekitar.
"Masalah kerusakan jalan memang ada mau gimana lagi. Mereka pamit dengan alasan mendesak. Tambang galian c itu menjadi mata pencaharian masyarakat sini untuk menghidupi keluarganya," ujarnya.
Persoalan tambang ini sangat membingungkan untuk menyikapi sesuai porsinya. Ia berharap adanya solusi dari pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ini.
"Kalau saya serba salah, mengikuti aturan oleh pemerintah masyarakat hilang mata pencahariannya. Saya menuruti kehendak mereka saya melawan peraturan pemerintah," tandasnya.










