- Dari 4,5 Miliar Penerima MBG, Sebanyak 28 Ribu Dilaporkan Alami Keracunan
- Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo
- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
Niat Baik Menyelamatkan Keluarga, Warga Pragaan Tewas Dalam Perjalanan: Puskesmas Pragaan Biangnya?

Keterangan Gambar : Masrul mengungkapan tragedi pilu tersebut merupakan bentuk kelalaian struktural dalam sistem pelayanan kesehatan yang seharusnya tidak terjadi. (foto: istimewah)
Sumenep, Angkasatunews.com — Duka mendalam menyelimuti keluarga Masrul, warga Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Ia mengaku kecewa atas buruknya pelayanan di Puskesmas Pragaan yang diduga menjadi penyebab keluarganya meninggal dunia akibat kecelakaan saat mencari pertolongan medis.
"Pelayanan kesehatan di Puskesmas Pragaan, termasuk kepala UPT-nya, sampai hari ini sangat tidak becus. Akibatnya, keluarga saya menjadi korban," ujar Masrul, Selasa (13/05/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.
Peristiwa memilukan itu bermula saat Masrul bersama anggota keluarganya, A.B, membawa sang kakek yang tengah kritis untuk mendapatkan perawatan darurat di Puskesmas Pragaan.
Baca Lainnya :
- Upland Sumenep Sarat Kontroversi, Akankah Hantu KUR BNI Bergentayangan Kembali? 0
- DAK Menguap, Jalan Rusak, FORMAKA: Kepulauan Minta Kepastian! 0
- Final Champions 2025: Mitos dan Sejarah0
- Tantangan Terbuka Bagi DPRD Kab. Sumenep Dapil VIII, Ketum FORMAKA Beberkan Fakta Ini! 0
- Konfercab PMII Sumenep Abaikan LPJ Ketua, Zaki Terpilih Mejadi Ketum PC PMII Sumenep0
Sesampainya di ruang UGD, petugas menyatakan bahwa pasien membutuhkan oksigen. Namun, puskesmas tersebut tidak memiliki stok oksigen sama sekali.
"Kami lalu putuskan mencari oksigen di klinik lain, salah satunya Klinik NU. Tapi dalam perjalanan, keluarga saya, A.B., justru mengalami kecelakaan dan terlindas truk hingga meninggal dunia," jelasnya pilu.
Masrul menilai, kejadian tersebut merupakan bentuk kelalaian struktural dalam sistem pelayanan kesehatan yang seharusnya tidak terjadi.
Terlebih, saat dikonfirmasi kepada petugas puskesmas bahwa ketiadaan stok oksigen karena pembagian jatah secara merata yang telah dikoordinasikan dengan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
"Kalau oksigen tidak tersedia, lalu pasien harus bagaimana? Apakah harus pasrah menunggu ajal? Ini bukan hanya kelalaian, tapi sudah masuk kategori pembiaran yang nyaris seperti pembunuhan terselubung," kecam Masrul.
Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dinas Kesehatan, serta Komisi I DPRD Sumenep untuk turun tangan menyikapi persoalan ini dengan serius.
"Saya minta Bupati, Wakil Bupati, Dinas Kesehatan, serta anggota Komisi I DPRD Sumenep segera menindaklanjuti kasus ini. Jangan sampai nyawa warga lain ikut menjadi korban seperti keluarga saya," tegasnya.









