- GMNI Jatim : Pelemahan Rupiah Pertegas Pentingnya Kembali ke Jalan Berdikari Bung Karno
- Sempat Mengaku Tak Tahu, Pengelola SPPG Aeng Dake 2 Kini Sebut Keluhan Limbah Bohong
- Warga Pertanyakan Pengelolaan Limbah SPPG Al-Azhar Aeng Dake yang Menimbulkan Bau
- Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa
- Ketua KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Aksi Nyata
- Mari Kita Buat MR Ball Lebih Megah
- Puluhan Kader Ansor Digembleng Jadi Penggerak Umat
Yayasan Al-Mardliyyah Rayakan Kemerdekaan RI ke-80, Doa dan Simbol Persatuan Warnai Acara

Keterangan Gambar : Foto bersama pengurus yayasan beserta jajaran bersama tamu undangan setelah acara usai
Pamekasan, angkasatunews.com — Yayasan Pondok Pesantren Al-Mardliyyah, Tagangser Laok, Waru, Pamekasan, menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada Minggu (17/8/2025), pagi.
Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh seluruh santri dan siswa dari sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Mardliyyah, serta beberapa instansi yang turut berpartisipasi.
Di antara instansi yang turut berpartisipasi : SDN Tagangser Laok, MTs Raudatul Ulum, MTs, MA, hingga santri Madrasah Diniyah Yayasan Al-Mardliyyah. Hadir pula jajaran perangkat desa, TNI, dan Polri.
Baca Lainnya :
- Mungkinkah NKRI Berdaulat dan Merdeka dari Penjajahan Paham Transnasional? 0
- SMA Puncak Darussalam Gelar Sosialisasi Serba-serbi Kunci Kuliah Bersama Sastra Lingua0
- UNIBA Madura Gelar Upacara HUT RI Ke-80, Generasi Baru Disambut Semangat Kebangsaan0
- GMNI: Menyongsong 80 Tahun Kemerdekaan dengan Nafas Trisakti0
- Prabowo Akan Sebar 288 Ribu Smart Screen ke Sekolah, Targetkan Pemerataan Pendidikan Digital Pelosok0
Seperti tradisi setiap tahun, upacara kemerdekaan digelar sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas nikmat kemerdekaan, sekaligus ungkapan terima kasih dan penghormatan atas jasa para pahlawan bangsa.
Rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan khidmat, dimulai dengan pengibaran bendera, dilanjutkan pembacaan teks proklamasi, pembacaan Pancasila, serta naskah UUD 1945.
“Mari kita semua senantiasa mengenang dan mendoakan jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Sebab tanpa perjuangan dan pengorbanan mereka, kita tidak akan merasakan nikmatnya kemerdekaan,” tutur Abd. Basit selaku inspektur upacara dikutip dari DuniaSantri.co
Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu-lagu perjuangan, serta ditutup dengan pelepasan balon dan burung merpati sebagai simbol persatuan dalam berbangsa dan bernegara. Setelah itu, pasukan serta peserta upacara dibubarkan dengan tertib.










