Breaking News
- Cetak Generasi Tangguh, Sumenep Gelar Kejuaraan Armwrestling Pelajar
- Ketua DPD GMNI Jatim Soroti Prioritas, Pendidikan dan Kesehatan Gratis Didahulukan
- Hj. Toyyibah Tegaskan Komitmen Pelayanan Saat Pemberangkatan Umroh
- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
Mengurai Polemik Seismik Migas di Kangean, Benarkah Ada Aktor di Balik Gejolak?

Sumenep – Polemik penolakan survei seismik migas di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, kembali mencuri perhatian publik. Aktivitas yang sejatinya masih dalam tahap pemetaan menggunakan teknologi eksplorasi modern itu menuai resistensi sebagian warga.
Pemerintah pusat sebenarnya tengah mendorong eksplorasi migas untuk menjaga ketahanan energi nasional. Namun, di sisi lain, keresahan masyarakat setempat terkait dampak lingkungan dan sosial belum sepenuhnya terjawab.
Akademisi Saiful Bahri menilai kondisi ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut. “Suasana di Kangean sedang panas. Masyarakat perlu benar-benar memahami apa itu seismik agar tidak mudah dimanfaatkan pihak lain,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan yang jernih dan transparan dari pemerintah kepada masyarakat. “Dengan akses digital yang terbuka lebar, mestinya pemahaman publik lebih mudah dibangun. Jangan sampai warga termakan provokasi yang akhirnya justru merugikan mereka sendiri,” tambahnya.
Di lapangan, sejumlah warga disebut enggan membuka ruang dialog, memilih tetap menyuarakan penolakan tanpa kompromi. Kondisi ini kemudian memunculkan dugaan adanya aktor tertentu yang menunggangi gejolak sosial. “Kalau sudah melawan aturan dan cenderung memusuhi negara, itu bisa masuk kategori perbuatan melawan hukum. Jangan biarkan masyarakat kita jadi korban kepentingan segelintir orang,” pungkas Saiful. (Adm)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










