- Puluhan Kader Ansor Digembleng Jadi Penggerak Umat
- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep
- Hendra Prayogi: Negara Salah Prioritas, Pendidikan Gratis Harus Didahulukan
- Hari Buruh, Direktur BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kesejahteraan Pekerja
- GMNI Jatim di Hari Buruh, Tegas Lawan Sistem Kerja yang Memiskinkan
- BREAKING NEWS: Kades Pragaan Daya Sumenep Dikabarkan Ditangkap Kejari
- Peringati Hari Kartini, dr. Erliyati Tekankan Pentingnya Peran Perempuan di Sektor Kesehatan
- MBG Diduga Basi Ditolak Sekolah, Korwil SPPG Sumenep Pilih Diam
- MBG Ditolak Sekolah, SDN Lebeng Barat II Khawatirkan Kesehatan Siswa
Bea Cukai Madura Didemo Ribuan Masa, GMPM Soroti Pelanggaran Bea Cukai

Keterangan Gambar : Suasana masa aksi gruduk kantor Bea Cukai Madura
Pamekasan, angkasatunews.com – Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Madura (GMPM) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bea Cukai Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (13/8/2025).
Aksi tersebut dipimpin LSM Barisan Investigasi dan Informasi Keadilan (BIDIK) bersama belasan organisasi di Madura, menyoroti berbagai persoalan di lingkungan Bea Cukai Madura.
Baca Lainnya :
- Ribuan Masa Siap Gruduk Kantor Bea Cukai Madura0
- Sinergi Ulama dan Umara, Lenteng Barat Gelar Sholawat Akbar Peringati Maulid Nabi0
- LSM Bidik Kritik Penyegelan Mesin PR Daun Mulia, Diduga Terkait Rantai Rokok Ilegal0
- Heboh Bendera One Pice Berkibar Di Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Peringatkan Soal Ancaman Pidana0
- Abdillah Rosyid dan Nur Intan Hamida Universe Keluar Sebagai Winner Potra Potre Budaya Madura 20250
Sejumlah spanduk bernada satir turut dibentangkan, di antaranya bertuliskan, “Bea Cukai di Depan Jadi Pahlawan, di Belakang Jadi Menerima Uang”, “Bea Cukai Lembaga Mencari Uang Para Koruptor”, dan “Jangan Jadikan Jabatan Sebagai Alat Memperkaya Diri”.
Massa menyampaikan empat tuntutan, yakni penegakan aturan tanpa pandang bulu, reformasi birokrasi di Bea Cukai Madura, penutupan dan penyitaan alat produksi serta pencabutan izin perusahaan rokok (PR) yang melanggar aturan, serta pemberian sangsi hukum tegas terhadap PR bermasalah.
“Kami menuntut penegakan hukum yang adil, tindakan tegas terhadap oknum Bea Cukai yang bermain, reformasi birokrasi, dan sanksi jelas bagi PR yang melanggar, contoh terakhir di Sampang belum ada tindak lanjut yang lebih tegas, entah apa andingnya, ini akan menjadi contoh remang-remang bagi yang lain. Tindak setegas-tegasnya, agar tidak abu-abu, jika kekurangan bukti saya siapkan," tegas penanggung jawab aksi, Didik Haryanto.
Menanggapi hal itu, Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, menyatakan sejalan dengan aspirasi massa. Ia menegaskan reformasi birokrasi tengah berjalan, termasuk pergantian Kepala Kantor dan Kepala Seksi, serta akan dilanjutkan pada posisi lainnya.
“Mari kita kontrol bersama, menindak sesuai peraturan, dan memperbaiki kekurangan yang ada,” ujarnya.










