- Cetak Generasi Tangguh, Sumenep Gelar Kejuaraan Armwrestling Pelajar
- Ketua DPD GMNI Jatim Soroti Prioritas, Pendidikan dan Kesehatan Gratis Didahulukan
- Hj. Toyyibah Tegaskan Komitmen Pelayanan Saat Pemberangkatan Umroh
- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
Skandal Kredit Macet Bank Jatim Sumenep, PAK-S: Elit Politik Dan Pengusaha Lokal Diduga Terlibat

Keterangan Gambar : PAK-S meminta Pemkab Sumenep evaluasi kerjasama dengan Bank Jatim
Sumenep, Angkasatunews.com – Kasus kredit macet bernilai miliaran rupiah di Bank Jatim Cabang Sumenep menyingkap wajah buram praktik perbankan daerah.
Kredit yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi justru disalurkan secara serampangan, bahkan diduga tanpa jaminan memadai melalui jalur kolusi antara debitur dan oknum bank.
Ketua Pelopor Anti Korupsi Sumenep (PAK-S), Abd. Wadud, menilai kasus ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pembiaran sistemik yang telah berlangsung lama. Ia menuding adanya keterlibatan elite politik dan pengusaha lokal yang bermain di belakang layar untuk memanfaatkan celah demi keuntungan pribadi.
Baca Lainnya :
- Hari Ini, Kejati Jawa Timur Periksa 100 Orang Terkait BSPS Sumenep0
- Dulu Mendukung, Kini Menyesal: AMS Gelar Demonstrasi 100 Hari Kinerja Fauzi-Imam0
- Dari Gong Keramaian: Manding Distrik Festifal 2025 Resmi Dibuka0
- Ketika Rotan Menari Di Pantai Badur: Ojung 2025 Ajang Tradisi Dan Promosi Wisata0
- Usai Solat Jumat, Rakyat Bergerak: GEMPAR Tuntut Pertanggungjawaban Puskesmas Pragaan 0
"Ini bukan lagi indikasi, tapi sudah jelas-jelas ada permainan kotor dalam tubuh Bank Jatim. Kredit mengalir ke orang-orang dekat kekuasaan tanpa proses verifikasi yang benar," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera menghentikan atau paling tidak mengevaluasi secara total kerja sama dengan Bank Jatim. Menurutnya, lembaga keuangan milik daerah itu telah kehilangan kredibilitas di mata publik.
Kekecewaan juga datang dari parlemen. Sejumlah anggota DPRD Jawa Timur, termasuk dari Fraksi PKB, bahkan telah menjadikan kasus ini agenda pembahasan harian.
Mereka mendorong agar aparat penegak hukum segera turun tangan dan menyeret para pelaku ke meja hijau—baik dari kalangan manajemen bank, nasabah nakal, maupun aktor politik yang terlibat.










