- Dari 4,5 Miliar Penerima MBG, Sebanyak 28 Ribu Dilaporkan Alami Keracunan
- Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo
- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
Skandal Kredit Macet Bank Jatim Sumenep, PAK-S: Elit Politik Dan Pengusaha Lokal Diduga Terlibat

Keterangan Gambar : PAK-S meminta Pemkab Sumenep evaluasi kerjasama dengan Bank Jatim
Sumenep, Angkasatunews.com – Kasus kredit macet bernilai miliaran rupiah di Bank Jatim Cabang Sumenep menyingkap wajah buram praktik perbankan daerah.
Kredit yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi justru disalurkan secara serampangan, bahkan diduga tanpa jaminan memadai melalui jalur kolusi antara debitur dan oknum bank.
Ketua Pelopor Anti Korupsi Sumenep (PAK-S), Abd. Wadud, menilai kasus ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pembiaran sistemik yang telah berlangsung lama. Ia menuding adanya keterlibatan elite politik dan pengusaha lokal yang bermain di belakang layar untuk memanfaatkan celah demi keuntungan pribadi.
Baca Lainnya :
- Hari Ini, Kejati Jawa Timur Periksa 100 Orang Terkait BSPS Sumenep0
- Dulu Mendukung, Kini Menyesal: AMS Gelar Demonstrasi 100 Hari Kinerja Fauzi-Imam0
- Dari Gong Keramaian: Manding Distrik Festifal 2025 Resmi Dibuka0
- Ketika Rotan Menari Di Pantai Badur: Ojung 2025 Ajang Tradisi Dan Promosi Wisata0
- Usai Solat Jumat, Rakyat Bergerak: GEMPAR Tuntut Pertanggungjawaban Puskesmas Pragaan 0
"Ini bukan lagi indikasi, tapi sudah jelas-jelas ada permainan kotor dalam tubuh Bank Jatim. Kredit mengalir ke orang-orang dekat kekuasaan tanpa proses verifikasi yang benar," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera menghentikan atau paling tidak mengevaluasi secara total kerja sama dengan Bank Jatim. Menurutnya, lembaga keuangan milik daerah itu telah kehilangan kredibilitas di mata publik.
Kekecewaan juga datang dari parlemen. Sejumlah anggota DPRD Jawa Timur, termasuk dari Fraksi PKB, bahkan telah menjadikan kasus ini agenda pembahasan harian.
Mereka mendorong agar aparat penegak hukum segera turun tangan dan menyeret para pelaku ke meja hijau—baik dari kalangan manajemen bank, nasabah nakal, maupun aktor politik yang terlibat.










