- GMNI Jatim : Pelemahan Rupiah Pertegas Pentingnya Kembali ke Jalan Berdikari Bung Karno
- Sempat Mengaku Tak Tahu, Pengelola SPPG Aeng Dake 2 Kini Sebut Keluhan Limbah Bohong
- Warga Pertanyakan Pengelolaan Limbah SPPG Al-Azhar Aeng Dake yang Menimbulkan Bau
- Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa
- Ketua KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Aksi Nyata
- Mari Kita Buat MR Ball Lebih Megah
- Puluhan Kader Ansor Digembleng Jadi Penggerak Umat
Sempat Dinyatakan Hoax, Trump Resmi Jeda 90 Hari Tarif Timbal Balik

Keterangan Gambar : Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan receprocal tariff di Gedung Putih, Washington DC pada Rabu (02/04/2025).
Washington DC, Angkasatunews.com — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumukan pada Kamis (10/04/2025), dini hari, bawa tarif timbal balik (reciprocal tariff) kepada beberapa negara, kecuali Cina, diberhentikan sementara selama 90 kedepan.
Menurutnya, langkah tersebut ditempuh setelah beberapa negara yang sebelumnya masuk dalam tarif timbal balik menghubungi Perwakilan Amerika Serikat (AS) untuk bernegosiasi mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.
Lain halnya dengan Cina, yang sebelumnya memilih retaliasi sebesar 84% terhadap barang impor Amerika Serikat (AS), mendapat pengecualian jeda tersebut karena “Kurangnya rasa hormat” dari pemerintah Beijing.
Baca Lainnya :
- Dramatis, Megawati bawa Red Spaks Paksakan Laga kelima Final Liga Voli Korea0
- 3.301 Jiwa meninggal akibat Gempa Myanmar0
- Permintaan Yordania, Tragedi di Gaza Harus segara dihentikan0
- Miley Cyrus rilis Album Baru berjudul \"And Of The world\"0
- Myanmar Sebut 180.000 Rohingya di Banglades penuhi syarat Repatriasi0
“Berdasarkan fakta bahwa lebih dari 75 Negara telah memanggil Perwakilan Amerika Serikat, termasuk Departemen Perdagangan, Keuangan, dan (Perwakilan Dagang AS),untuk merundingkan solusi atas pokok bahasan yang sedang dibahas terkait Perdagangan, Hambatan Perdagangan, Tarif, Manipulasi Mata Uang, dan Tarif Non Moneter, dan bahwa Negara-negara ini tidak, atas saran saya yang kuat, membalas dengan cara, bentuk, atau cara apa pun terhadap Amerika Serikat, saya telah mengesahkan Penghentian selama 90 hari, dan Tarif Timbal Balik yang diturunkan secara substansial selama periode ini, sebesar 10%, yang juga berlaku segera," tulis Trump di media sosial Truth dikutip dari New York Post, Kamis (10/4/2025).
Berdasarkan rasa kurang hormat yang ditunjukan oleh Cina, Lanjut Trump, pihaknya akan menaikan tarif barang impor dari Cina sebesar 125% yang akan diberlakukan segera mungkin.
“Pada suatu saat, mudah-mudahan dalam waktu dekat, Tiongkok akan menyadari bahwa hari-hari menipu AS dan Negara-negara lain tidak lagi dapat dipertahankan atau diterima," pungkas Trump.
Sempat Diinyatakan Hoax
Sebagai informasi, sebelum Trump mengumumkan jeda selama 90 hari (10/04/2025), muncul narasi dari media asing yang diklaim berasal dari pernyataan Dewan Ekonomi Pemerintah AS, Kevin Hassett, bahwa Trump berencana menjeda reciprocal tariff selama 90 hari kepada semua negara yang masuk dalam pemberlakuan, kecuali cina.
Namun sebagimana dilansir dari Media AS CNBC Senin (07/042025), Gedung Putih melalui Sekertatis Pres Karoline Leavitt membantah isu tersebut.
“Berita Palsu,” kata Karoline Leavitt Kepada Eamon Javers dari CNBC. *(Adit)










