- Dari 4,5 Miliar Penerima MBG, Sebanyak 28 Ribu Dilaporkan Alami Keracunan
- Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo
- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
Revisi UU TNI, Subaidi: Berpotensi Mengembalikan Dwi Fungsi Seperti Orde Baru.

Keterangan Gambar : Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary Madura, Subaidi, memberikan penolkannya terhadap Revisi UU TNI (foto: istimewah)
Sumenep, Angkasatunews.com - Wakil Presiden mahasiswa UNIBA MADURA menyatakan penolakannya dan mengutuk tegas terhadap revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang hingga sampai saat ini sedang dibahas secara tertutup oleh DPR bersama eksekutif.
Menurut wapresma,subaidi, pengubahan UU TNI itu berpotensi mengembalikan dwi fungsi militer seperti yang pernah terjadi pada rezim Orde Baru.
"Ini berpotensi mengembalikan dwi fungsi militer. Ini pernah dipraktikkan rezim Orba," terangnya,
Baca Lainnya :
- Aliansi Rayon PMII UNIJA Siap Gruduk PC. PMII Sumenep0
- Pengurus Formasiba UNIBA Madura Resmi Dilantik, Sitti Nor Alinda: Siap Bersinergi Untuk Batuputih. 0
- BEM-KM UNIBA Madura Gelar Raker, M Rofiqul: Siap Bawa UNIBA Go Internasional0
- Semakin marak Laut Bersertifikat SHGB dan SHM, Jemmy Kurniawan: Pemerintah Harus Ambil Langkah Tegas0
- Presiden Prabowo Mengucapkan Hari Pres ke-79, Ingatkan Pres Yang Profesional Dan Berintegritas0
Ia menjelaskan, jika tuntutan ini terus tidak di indahkan maka pihaknya tak segan akan turun aksi dalam menyuarakan penolakan ini. Lebih-lebih, pelaksanaan ini di lakukan hotel mewah di saat problem efisiensi anggaran masih belum kunjung tuntas.
"Pembahasan RUU TNI di laksanakan di hotel mewah menunjukkan pemotongan anggaran hanya akal akalan saja. Pemerintah Indonesia seperti tidak memiliki rasa malu dan hanya omon-omon belakang," ujarnya.
Karena itulah, kata subaidi, pihaknya mendesak DPR dan Presiden segera menghentikan pembahasan revisi UU TNI. Karena bertentangan dengan reformasi TNI dan menghidupkan kembali dwi fungsi ABRI.
"DPR dan Presiden harus membuka ruang partisipasi publik dalam pembahasan revisi, untuk memastikan bahwa aturan baru tetap mendukung supremasi sipil, demokrasi, dan HAM," pungkasnya. (adm)










