- Dari 4,5 Miliar Penerima MBG, Sebanyak 28 Ribu Dilaporkan Alami Keracunan
- Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo
- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
PMII Sebagai Manuver Di Era 5.0

Keterangan Gambar : Tijanuzaman kader militan PMII UNIBA Madura.
Sumenep, Angkasatunews.com — Di tengah pusaran revolusi digital dan transformasi peradaban manusia menuju Society 5.0, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hadir bukan sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai aktor perubahan.
Era 5.0 menuntut manusia untuk tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, spiritualitas, dan keberpihakan terhadap kemanusiaan. Di sinilah PMII memposisikan diri: menjadi manuver strategis yang menjembatani nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemajuan zaman.
Sejak berdiri, PMII telah menempa kader-kadernya dengan semangat intelektualitas, spiritualitas, dan keberanian melawan ketidakadilan. Kini, tantangan tak lagi hanya datang dari ketimpangan sosial, tetapi juga dari disrupsi digital yang menggerus nilai-nilai kemanusiaan.
Baca Lainnya :
Maka, PMII harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat perjuangan, bukan justru terjebak dalam arusnya.
Sebagai manuver di era 5.0, PMII mendorong kader untuk menguasai literasi digital, kecerdasan buatan, dan data, namun tetap berakar pada nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan. PMII tidak boleh gagap terhadap perubahan. Justru, perubahan harus direspons dengan inovasi dan kolaborasi.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan individualisme digital, PMII hadir membawa misi kolektivitas dan keberpihakan. Menjadi suara kaum tertindas, menjadi penjaga akhlak di ruang-ruang digital, dan menjadi motor gerakan sosial yang solutif.
PMII adalah manuver moral dan intelektual. Di era 5.0, manuver ini harus semakin lincah, visioner, dan relevan. Bukan hanya bertahan, tetapi memimpin perubahan.
Penulis: Tijanuzaman (kader militan PMII UNIBA Madura).










