- Cetak Generasi Tangguh, Sumenep Gelar Kejuaraan Armwrestling Pelajar
- Ketua DPD GMNI Jatim Soroti Prioritas, Pendidikan dan Kesehatan Gratis Didahulukan
- Hj. Toyyibah Tegaskan Komitmen Pelayanan Saat Pemberangkatan Umroh
- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
PMII Sebagai Manuver Di Era 5.0

Keterangan Gambar : Tijanuzaman kader militan PMII UNIBA Madura.
Sumenep, Angkasatunews.com — Di tengah pusaran revolusi digital dan transformasi peradaban manusia menuju Society 5.0, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hadir bukan sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai aktor perubahan.
Era 5.0 menuntut manusia untuk tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, spiritualitas, dan keberpihakan terhadap kemanusiaan. Di sinilah PMII memposisikan diri: menjadi manuver strategis yang menjembatani nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemajuan zaman.
Sejak berdiri, PMII telah menempa kader-kadernya dengan semangat intelektualitas, spiritualitas, dan keberanian melawan ketidakadilan. Kini, tantangan tak lagi hanya datang dari ketimpangan sosial, tetapi juga dari disrupsi digital yang menggerus nilai-nilai kemanusiaan.
Baca Lainnya :
Maka, PMII harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat perjuangan, bukan justru terjebak dalam arusnya.
Sebagai manuver di era 5.0, PMII mendorong kader untuk menguasai literasi digital, kecerdasan buatan, dan data, namun tetap berakar pada nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan. PMII tidak boleh gagap terhadap perubahan. Justru, perubahan harus direspons dengan inovasi dan kolaborasi.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan individualisme digital, PMII hadir membawa misi kolektivitas dan keberpihakan. Menjadi suara kaum tertindas, menjadi penjaga akhlak di ruang-ruang digital, dan menjadi motor gerakan sosial yang solutif.
PMII adalah manuver moral dan intelektual. Di era 5.0, manuver ini harus semakin lincah, visioner, dan relevan. Bukan hanya bertahan, tetapi memimpin perubahan.
Penulis: Tijanuzaman (kader militan PMII UNIBA Madura).










