- Puluhan Kader Ansor Digembleng Jadi Penggerak Umat
- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep
- Hendra Prayogi: Negara Salah Prioritas, Pendidikan Gratis Harus Didahulukan
- Hari Buruh, Direktur BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kesejahteraan Pekerja
- GMNI Jatim di Hari Buruh, Tegas Lawan Sistem Kerja yang Memiskinkan
- BREAKING NEWS: Kades Pragaan Daya Sumenep Dikabarkan Ditangkap Kejari
- Peringati Hari Kartini, dr. Erliyati Tekankan Pentingnya Peran Perempuan di Sektor Kesehatan
- MBG Diduga Basi Ditolak Sekolah, Korwil SPPG Sumenep Pilih Diam
- MBG Ditolak Sekolah, SDN Lebeng Barat II Khawatirkan Kesehatan Siswa
Toko Bangunan Di Manding Sumenep Dilalap Si jago Merah, Warga Panik Dan Berkerumunan Di Lokasi
Random Video
Sumenep, angkasatunews.com — Sebuah toko bangunan milik warga di Desa Manding Laok, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, dilalap api pada Senin siang (21/07/2025).
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 13.22 WIB itu langsung menghebohkan warga sekitar.
Letaknya yang berada di jalur lalu lintas padat, tepat sebelum SPBU Manding dan tidak jauh dari kawasan Pasar Manding, membuat peristiwa ini cepat menyita perhatian publik.
Asap hitam pekat membumbung tinggi disertai suara ledakan dari dalam toko, memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi.
Dalam waktu singkat, ratusan orang berdatangan dan memadati lokasi. Beberapa di antaranya bahkan nekat mendekat untuk merekam momen kebakaran dengan ponsel mereka.
Dilansir dari Javanetwork.con Laporan pertama mengenai insiden tersebut diterima oleh SiLaPor 112 Sumenep dari seorang warga bernama Bapak Fauzan, yang segera menghubungi layanan darurat.
Merespons laporan itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sumenep langsung mengerahkan empat unit mobil pemadam ke lokasi kejadian.
“Kami langsung bergerak cepat setelah laporan masuk pukul 13.22 WIB. Api berhasil kami jinakkan sekitar pukul 14.15 WIB,” ungkap Sugiyanto, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sumenep.
Sugiyanto menyebutkan, proses pemadaman sempat menemui kendala akibat kerumunan warga dan kondisi lokasi yang cukup sempit.
“Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, bangunan toko mengalami kerusakan cukup parah. Hingga kini, petugas masih melakukan proses pendinginan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” lanjutnya.
Selain tim Damkar, petugas dari kepolisian dan Satpol PP juga diterjunkan ke lapangan untuk mengamankan lokasi dan mengurai kemacetan yang ditimbulkan oleh kerumunan massa.
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Damkar mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh korsleting listrik atau kelalaian saat memasak.
“Pastikan instalasi listrik memenuhi standar dan jangan tinggalkan peralatan elektronik dalam kondisi menyala tanpa pengawasan,” tutup Sugiyanto.
