- Cetak Generasi Tangguh, Sumenep Gelar Kejuaraan Armwrestling Pelajar
- Ketua DPD GMNI Jatim Soroti Prioritas, Pendidikan dan Kesehatan Gratis Didahulukan
- Hj. Toyyibah Tegaskan Komitmen Pelayanan Saat Pemberangkatan Umroh
- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
Pentingnya merawat Kendaraan di Bengkel Resmi

Angkasatunews - Sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, penting untuk memelihara kondisi kendaraan di bengkel agar setiap bagiannya tetap dalam kondisi prima.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengingatkan pentingnya melakukan perawatan kendaraan di bengkel resmi guna terhindar dari praktik nakal yang merugikan pengendara.
Baca Lainnya :
- Penerapan QR Code pada Pembelian Pertalite, Segera Disosialisasikan Pemkab Sumenep0
- Keunggulan Redmi 13? Mari, Intip0
“Pilihlah selalu bengkel resmi, meski sedikit lebih mahal dari bengkel-bengkel kecil yang tidak jelas kualifikasinya,” kata Yannes saat dihubungi ANTARA pada Jumat.
Menurutnya, bengkel resmi dari brand kendaraan memiliki standar operasional ketat yang diawasi langsung oleh pabrikan, sehingga menjamin transparansi dalam proses servis dan penggunaan suku cadang asli.
Selain itu, mekanik di bengkel resmi umumnya telah menjalani pelatihan khusus dan memiliki sertifikasi.
Yannes menjelaskan biaya servis yang lebih tinggi di bengkel resmi sebanding dengan jaminan keamanan dan garansi servis yang diberikan. Selain itu, risiko penipuan seperti penggantian suku cadang palsu bisa dihindari.
"Dengan memilih bengkel resmi, kita dapat memastikan kendaraan diperbaiki sesuai prosedur pabrikan, sehingga performa kendaraan tetap optimal dan terhindar dari kerusakan tambahan akibat kesalahan teknis.,” ujarnya.
Apabila tidak memungkinkan ke bengkel resmi, Yannes menganjurkan merawat kendaraan di bengkel yang mendapat rekomendasi dari komunitas pemilik kendaraan sejenis atau brand yang sama.
Menurutnya, bengkel seperti ini biasanya memiliki mekanik berpengalaman dengan tarif yang lebih terjangkau.
Meski begitu, ia mengimbau agar konsumen tetap waspada. Sebelum meninggalkan kendaraan, mintalah penjelasan rinci terkait kerusakan dan estimasi biaya servis.
"Ada baiknya kita awasi proses servis jika memungkinkan, atau dokumentasikan kondisi kendaraan sebelum diserahkan ke bengkel sebagai bukti," katanya.
Yannes juga menyarankan agar pemilik kendaraan membawa catatan harga standar servis dan suku cadang untuk membandingkan biaya yang ditawarkan bengkel resmi dan tidak resmi.
"Simpan bukti transaksi dan periksa kembali kendaraan setelah servis untuk memastikan semuanya sesuai dengan kesepakatan,” pungkas Yannes.










