- Dari 4,5 Miliar Penerima MBG, Sebanyak 28 Ribu Dilaporkan Alami Keracunan
- Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo
- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
Maz Ink Rugi Setengah Miliar, Tuntut Polisi Bongkar Komplotan Perampas Sound

SUMENEP, Angkasatunews.com – Peristiwa perampasan seperangkat sound system milik Zidane Audio terus menjadi sorotan. Pemilik usaha, H. Tohir yang dikenal luas dengan sapaan Maz Ink, akhirnya angkat bicara soal kerugian besar yang ia alami dan sikapnya terhadap proses hukum yang berjalan di Polres Sumenep.
Maz Ink menyebut bahwa total kerugian akibat insiden tersebut mencapai Rp529.400.000, terdiri dari:
1. Nama baik tercoreng: Rp100.000.000
Baca Lainnya :
- Merdeka ala Agus! Cek Promo Gokil BarokahNet Sekarang!0
- Kopi Enak, Tempat Adem, Suasana Nyaman, Semua Ada di Harmony Cafe0
- Direktur RSUD Sumenep dr. Erliyati Diisukan Mundur, Publik Kaget0
- Fenomena Mantab, Rojali, dan Rohana Cerminkan Lemahnya Daya Beli Masyarakat0
- TKDN Tak Dicabut Total: Pemerintah Pilah Produk AS yang Boleh Masuk0
2. Kerugian sewa harian sound system selama 328 hari (@ Rp300 ribu): Rp98.400.000
3. Jasa kontrak advokat: Rp20.000.000
4. Biaya operasional: Rp23.000.000
5. Nilai perangkat sound system yang dicuri: Rp288.000.000
Desakan Keadilan dan Pemulihan Nama Baik
Maz Ink menuntut agar pihak kepolisian bergerak cepat dan tegas, dengan empat permintaan utama:
1. Tangkap dan jebloskan pelaku beserta komplotannya, termasuk preman-preman bersenjata tajam yang ikut serta dalam aksi tersebut.
2. Amankan seluruh barang bukti sound system, tanpa kehilangan satu perangkat pun.
3. Sita mobil-mobil pengangkut, periksa legalitas surat dan pajaknya, serta lakukan penilangan jika ditemukan pelanggaran.
4. Polres Sumenep diminta menggelar konferensi pers resmi, sebagai bentuk tanggung jawab publik dan upaya pemulihan marwah Zidane Audio serta kehormatan pribadi Maz Ink.
“Kami ingin keadilan ditegakkan, tidak hanya untuk saya, tapi untuk semua pelaku usaha yang mencari rezeki dengan jujur. Jangan sampai hukum kalah oleh aksi premanisme,” tegas Maz Ink kepada Angkasatunews.com.
Hingga kini, pihak kepolisian masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus tersebut. Publik menanti ketegasan aparat dalam menyelesaikan kasus ini secara transparan dan berkeadilan.










