- GMNI Jatim : Pelemahan Rupiah Pertegas Pentingnya Kembali ke Jalan Berdikari Bung Karno
- Sempat Mengaku Tak Tahu, Pengelola SPPG Aeng Dake 2 Kini Sebut Keluhan Limbah Bohong
- Warga Pertanyakan Pengelolaan Limbah SPPG Al-Azhar Aeng Dake yang Menimbulkan Bau
- Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa
- Ketua KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Aksi Nyata
- Mari Kita Buat MR Ball Lebih Megah
- Puluhan Kader Ansor Digembleng Jadi Penggerak Umat
GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus

Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur menyampaikan kecaman keras atas aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus. Insiden tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan yang mencoreng nilai demokrasi dan kemanusiaan.
Ketua DPD GMNI Jawa Timur, Hendra Prayogi, mengatakan bahwa tindakan brutal terhadap aktivis tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, peristiwa tersebut berpotensi mengancam kebebasan sipil serta ruang demokrasi di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pandangan maupun kritik di ruang publik tanpa tekanan atau ancaman kekerasan.
Baca Lainnya :
“Serangan terhadap saudara Andrie Yunus merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi. Negara harus hadir memastikan bahwa aktivis maupun masyarakat sipil dapat menyuarakan pendapatnya tanpa rasa takut,” kata Hendra.
GMNI Jawa Timur menilai, jika kasus kekerasan terhadap aktivis tidak ditangani secara serius, hal itu bisa memicu ketakutan di kalangan masyarakat sipil. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mempersempit ruang demokrasi yang selama ini dijaga bersama.
Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas. Hendra meminta agar pelaku penyiraman air keras segera diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Selain itu, GMNI Jawa Timur juga meminta pemerintah, termasuk Presiden RI dan Kapolri, untuk memberikan jaminan perlindungan bagi para aktivis di seluruh Indonesia.
Menurut Hendra, negara memiliki tanggung jawab memastikan kebebasan berpendapat tetap terjaga sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan tegas. Jangan sampai tindakan kekerasan seperti ini terulang kembali,” ujarnya.
DPD GMNI Jawa Timur menegaskan akan terus mengawal isu ini serta mendorong terciptanya ruang demokrasi yang aman, terbuka, dan bebas dari intimidasi.
“Demokrasi hanya bisa tumbuh jika masyarakat merasa aman untuk bersuara,” pungkasnya. (Adm)










