Breaking News
- GMNI Jatim : Pelemahan Rupiah Pertegas Pentingnya Kembali ke Jalan Berdikari Bung Karno
- Sempat Mengaku Tak Tahu, Pengelola SPPG Aeng Dake 2 Kini Sebut Keluhan Limbah Bohong
- Warga Pertanyakan Pengelolaan Limbah SPPG Al-Azhar Aeng Dake yang Menimbulkan Bau
- Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa
- Ketua KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Aksi Nyata
- Mari Kita Buat MR Ball Lebih Megah
- Puluhan Kader Ansor Digembleng Jadi Penggerak Umat
Didik Haryanto Tekankan Peran Anak Muda dalam Melestarikan Batik Sumenep

Keterangan Gambar : Owner Batik Tulis Canteng Koneng, Didik Haryanto saat memberikan pelatihan membatik di lapas kelas IIA Mataram
Sumenep, angkasatu - Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk meneguhkan kembali kecintaan terhadap batik sebagai identitas bangsa.
Owner Batik Canteng Koneng Sumenep, Didik Haryanto, menyampaikan bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan karya seni yang menyimpan nilai sejarah dan filosofi mendalam.
“Batik itu bukan hanya pakaian, tetapi juga cerita panjang tentang budaya, tradisi, dan jati diri bangsa. Hari Batik Nasional adalah pengingat agar kita tidak melupakan warisan leluhur ini,” ujar Didik Haryanto, Rabu (2/10/2025).
Sebagai penggiat sekaligus pelaku usaha batik di Sumenep, Didik menilai generasi muda harus didorong untuk lebih dekat dengan batik, baik melalui pendidikan maupun keterlibatan langsung dalam proses kreatifnya.
“Anak muda jangan hanya memakai batik ketika ada acara resmi. Mereka juga harus tahu cara membatik, makna motif, hingga bagaimana batik bisa menjadi peluang ekonomi kreatif,” tambahnya.
Menurut Didik, keberadaan Batik Canteng Koneng Sumenep sendiri tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga berkomitmen melestarikan tradisi membatik dengan menggandeng perajin lokal dan mengedukasi masyarakat.
“Motif batik Canteng Koneng ini lahir dari kekayaan alam dan budaya Sumenep. Ada yang terinspirasi dari laut, flora, hingga sejarah lokal. Inilah ciri khas yang membedakan batik Sumenep dengan daerah lain,” jelasnya.
Ia berharap, ke depan batik khas Sumenep bisa lebih dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional, tidak hanya sebagai busana, tetapi juga sebagai identitas kultural Madura.
“Momentum Hari Batik Nasional ini seharusnya mendorong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk sama-sama menjaga keberlanjutan batik. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” tegasnya.
Dengan semangat itu, Hari Batik Nasional diharapkan tidak hanya sebatas seremonial, melainkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat batik sebagai warisan budaya sekaligus pilar ekonomi kreatif bangsa. (Adm)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










