- Dari 4,5 Miliar Penerima MBG, Sebanyak 28 Ribu Dilaporkan Alami Keracunan
- Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo
- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
Bupati Fauzi dianugrahi Bapak Moderasi Beragama

Sumenep, Angkasatunews - Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep memberikan anugerah kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai Bapak Moderasi Beragama.
FKUB Kabupaten Sumenep menyematkan gelar Bapak Moderasi Beragama, karena Bupati dinilai telah berhasil dalam menjaga kerukunan setiap pemeluk agama di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
Bupati mengatakan, masyarakat menjaga kerukunan beragama sangat penting dalam membangun mental dan karakter diri, guna membentuk Kabupaten Sumenep yang tertib, rukun dan damai.
“Kami menginginkan toleransi bergama membuat masyarakat hidup berdampingan dengan rukun meski berbeda-beda suku dan agamanya, demi mencegah terjadinya perpecahan antara individu maupun kelompok,” kata Bupati di sela-sela menerima penghargaan, di Lapangan Kesenia Sumenep, Senin (26/08/2024) malam.
Baca Lainnya :
- Ribuan Warga Padati Karnaval Kemerdekaan Desa Pinggirpapas0
- Kades Padangdangan Tolak Bantuan DBHCHT, Efek Pemilu Diduga Kuat Jadi Alasan0
- PDIP Sumenep Raih Kursi Terbanyak, Serdadu : Kebijakan Ke depan Harus Berpihak Pada Wong Cilik0
- Said Dianugerahi Gelar Bapak Televisi Madura0
- Jelang Pilkada, Polres Sumenep Kunjungi PP. Aqidah Usymuni0
Meskipun Kabupaten Sumenep toleransi beragamanya sudah ada sejak dulu, tetapi pihaknya mengharapkan seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama tetap waspada, guna menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
“Moderasi beragama bagi semua agama tentu memiliki tujuan untuk saling berdamai, empati, dan saling menghargai setiap perbedaan keyakinan,” terangnya.
Bupati menyatakan, masyarakat Kabupaten Sumenep sejak ratusan tahun telah memiliki sikap toleransi di tengah keberagaman suku, etnis, bahasa dan agama, seperti tempat tinggal untuk masyarakat beragama Islam, Cina dan Arab yang sudah ada ratusan tahun lalu.
Selain itu, masyarakat menghargai perbedaan antar ummat beragama, salah satu contohnya adalah tiga tempat ibadah di Desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep yang sudah berdiri ratusan tahun, dengan jarak saling berdekatan satu sama lainnya.
“Di Desa Pabian ada tiga rumah ibadah berbeda yakni Masjid, Gereja dan Klenteng yang menunjukkan sebuah Kabupaten memiliki pesan perdamaian atau toleransi di antara kehidupan masyarakatnya,” jelasnya.
Sementara, anugerah Tokoh Moderasi Ummat Beragama diserahkan oleh Ketua FKUB Kabupaten Sumenep RKH. Achmad Qusairi kepada Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, pada pagelaran seni dan budaya antar ummat beragama, yang menampilkan seni dan budaya. (Adm)










